Gadis Tunanetra Ingin Jadi Guru Olahraga bagi Siswa Cacat

Kebutaaan sejak lahir tidak membuat Ninis Ledy Ita (21 tahun) rendah diri. Dia yakin akan lolos seleksi menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN), meski hanya bisa menyelesaikan 45 dari 75 soal dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang digelar hari ini.

Meski mengalami kebutaan, Ninis ternyata bercita-cita menjadi guru olahraga bagi siswa penyandang cacat. Cita-cita Ninis mungkin tidak berlebihan, karena anak pertama dari dua bersuadara ini adalah siswa cacat yang memilik prestasi di bidang olahraga.

Ia pernah menjadi juara dua lomba lari 100 meter Pekan Olahraga Cacat Nasional 2007 lalu. “Pokoknya yang utama menjadi guru, soal nanti guru apa yang penting cita-cita jadi guru saya tercapai dulu,” ungkapnya

Saat mengerjakan soal, siswi asal Dusun Sumber Waru, Desa Taman Agung, Kabupaten Banyuwangi ini didampingi guru pendampingnya. Soal-soal pun dibacakan oleh petugas untuk pengisian lembar jawaban. “Saya kesulitan memahami soal matematika karena tak bisa membaca gambar. Tapi, insya-Allah saya bisa lolos,” kata siswa asal Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banyuwangi Jatim, usai mengerjakan ujian di Gedung A Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (16/6)

“Ini (kebutaan) bawaan saya sejak lahir. Saya tetap bersyukur karena cita-cita saya yang pertama kesampaian. Kepingin ke Surabaya sejak lama, baru kesampaian hari ini,” ujarnya sambil tersipu.

Sementara Ninis harus bersaing dengan puluhan ribu siswa-siswi normal untuk merebut salah satu bangku kuliah dari lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya dan Bangkalan-Madura. Di antaranya adalah universitas Airlangga (Unair), ITS, Unesa (Universitas Negeri Surabaya), IAIN, dan Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan, Madura.

Menurut Koordinator Bidang Humas Panitia Lokal SNMPTN Surabaya, Imam Musthofa, 30.131 siswa itu terbagi dalam 3 kategori, yakni IPA, IPS, dan IPC. Untuk kategori IPA ada 11.670 siswa peserta seleksi, IPS 11.472, dan IPC sebanyak 7.089 peserta.

“Tahun ini ada 2 peserta SNMPTN yang cacat tetap. Satu penyandang tunanetra mengikuti ujian di IAIN dan satu tunarungu di mengikuti seleksi di Unesa,” kata Imam Musthofa

Materi ujian hari kedua pada Kamis (17/6) lajut Imam adalah pelajaran kategori IPA meliputi matemarika, fisika, kimia, dan biologi. Sedangkan IPS mencakup ekonomi, sejarah, dan geografi. Sedangkan IPC mengikuti ujian semua mata pelajaran. Hasil SNMPTN ini akan diumumkan 17 Juli 2010 mendatang.

Sumber : Republika

5 Responses to Gadis Tunanetra Ingin Jadi Guru Olahraga bagi Siswa Cacat

  1. sedjatee mengatakan:

    cita-cita yang luhur
    semoga dapat terwujud
    salam sukses..

    sedj

  2. Catatan Sederhana mengatakan:

    tuhan tidak memberikan cobaan di luar batas kemampuan manusia,di mana ada niat dan kerja keras insyaAllah semua menjadi mungkin…

    salam persahabatan ,-

  3. JAINI mengatakan:

    Semoga cita-citanya terwujud.Amin.

  4. mastermasri71 mengatakan:

    saya suka cerita aspiratif seperti ini. Kapan-kapan saya kopi dan link-kan ke blog ini ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: