Mimpi yang Tertunda

Terasa malas menyentuh keyboard ini karena sudah terasa cukup lama tidak melakukan olahraga otak..entah apa yang mau dituangkan….Ramadhan 1431 H sudah  dua minggu berjalan Alhamdulillah semua berjalan lancar walaupun godaan   menghantamleburkan kesabaran di dada hampir saja membludak meledak-ledak…ternyata Hikmah Ramadhanlah yang membuat semua mendingin……Hmm..kenapa tulisan ini saya berikan impian yang tertunda…entahlah? itu apakah hanya sebuah sugesti atau motivasi saja ataukah hanya sebuah kekecewaan yang secara halus keluar dari lubuk hati yang dalam…yang jelas jari jemari ini dengan lancar menekan tombol-tombol huruf yang ada di hadapan mata ……

Tulisan ini muncul berawal berjumpanya seorang guru honorer (wah saya lupa namanya..kita sebut saja Pak Udin, deh)..karena ngga’  sempat nanya he..he.. maklum azha deh…Udin katanya adalah salah seorang guru yang mengabdikan diri ke dunia pendidikan agar anak-anak di desanya tidak ketinggalan dalam pengetahuan dengan berbekal kemampuannya ia mengajar di Sekolah Menengah Pertama, walapun dengan gaji yang hanya dibayar pertiga bulan yang hanya cukup membiayai makan…ia tetapi terus berjuang agar anak-anak di daerahnya terus mendapatkan pengetahuan….tanpa harapan apapun sebelumnya…..Sehingga akhirnya ada suatu berita yang sangat mengembirakan beberapa bulan yang lalu dari pemerintah akan ada tambahan penghasilan bagi guru honener sebesar 250 ribu rupiah…..Alhamdulillah……kemudian beliau pun menyiapkan bahan yang ingin diajukan ke  Kabupaten Setempat…Dengan penuh kesabaran Pak Udin pun dapat menyelesaikan persyaratan yang diminta…..hari-hari pun berjalan sebagaimana mestinya anganpun terisi di pikiran apalagi menjelang hari raya…Segala rencana dipersiapkan, tapi keadaan sungguh berpaling dari rencana dari yang ada, suatu ketika Pak Udin melakukan pengecakan namanya ternyata beliau tidak mendapat tunjangan itu…Pak Udin pun kecewa, mengapa Pak? katanya mengapa saya tidak dapat? Bapak diharapkan masukan bahan kembali nanti? sementara ini hanya sebagian guru honer saja.yang mendapatkanya…..weleh-weleh benarkah demikian….apakah hanya pak Udin saja yang tidak kebagian ternyata banyak pak Udin, Bu Udin lain yang tidak dapat……Insya Allah THR bapak akan dapat……Entahlah katanya…saya ragu akan itu…sambil berlalu dihadapan tubuh ini…

Dengan langkah gontai pak Udin pun pergi dengan menggunakan Ojek dengan membawa segala mimpinya ……

Pak..Pak..Pak..tunggu Pak..Bapak darimana? Panggilan hanya hilang tertelan raungan suara sepeda motor…………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: